Supaya Bayi Tidur Lelap Pakai Ayunan Bayi, Lakukan Hal-Hal di Bawah Ini 

Punya momongan memang jadi mimpi buat sebagian pasangan yang sudah menikah. Tapi saat buah hati yang diinginkan lagi rewel, pastinya kepalamu langsung pening, kan? Untungnya ada banyak alat bantu yang bisa digunakan para ibu buat menenangkan buah hatinya. Salah satu yang paling populer adalah ayunan bayi. Ayunan bayi atau bouncer, memang sering banget digunakan buat menenangkan bayi yang lagi rewel. Ayunan bayi juga bikin bayi jadi lebih rileks dan lebih gampang tertidur. Kamu pun bisa melakukan aktivitas lainnya dengan tenang. Supaya bayi semakin nyaman dan bisa tidur di dalam ayunan bayi, baca tips ini, yuk. 

Tapi Sebelumnya, Perhatikan Hal-hal Berikut  Ini 

Memang, banyak banget ibu-ibu yang membiarkan bayi tidur di dalam ayunan bayi. Tapi sebenarnya ayunan bayi nggak difungsikan sebagai tempat tidur. Makanya sebisa mungkin kamu jangan membiarkan bayimu buat tidur terlalu lama di atas bouncer. Pada dasarnya, ayunan bayi ada supaya bayi jadi lebih rileks. Bayi yang tidur di atas ayunan nggak dapat manfaat tidur yang maksimal dibandingkan kalau dia tidur di dalam tempat tidurnya. Kalau bayimu tertidur di atas ayunannya, angkat dan pindahkan si kecil ke dalam tempat tidurnya. Kalau dia terbangun dan mulai menangis, tenangkan dia dengan mengusap-usap punggungnya. Bayimu nggak bisa selamanya bergantung pada ayunan buat menenangkan dirinya. Jadi, kamu juga perlu putar seribu akal supaya dia terbiasa buat menenangkan dirinya sendiri.

1. Jangan Pasang Mainan dan Bel Pada Ayunan

Supaya bayi jadi lebih rileks dan gampang tidur, jangan pasang mainan di bouncer. Soalnya, itu justru bisa bikin otaknya semakin terstimulasi. Bayimu jadi malah sibuk bermain daripada istirahat. Padahal, bayi butuh tidur yang cukup supaya pertumbuhannya maksimal, lho. Sebaiknya cari model ayunan bayi dengan fitur White Noise yang bisa bantu anakmu tertidur lelap. Kamu juga bisa menyalakan lagu-lagu nada klasik supaya si kecil makin rileks

2. Cari Tahu Soal Fase Tidur Bayi

Tahu nggak kalau sama sepertimu, bayi juga punya fase tidur. Durasi waktu sampai si kecil tidur juga biasanya lebih lama kalau dibandingkan kamu yang sudah dewasa. Kamu juga bisa menyesuaikan fase dan pola tidur si kecil sesuai dengan pola tidurmu dan suami. Jadi, kalian semua bisa dapat istirahat yang maksimal setiap hari. Nah, sebelum si kecil tertidur lelap, dia bakal memasuki fase pertama. Fase ini biasanya ditandai dengan mata bayi yang mulai tertutup. Tapi, di fase ini dia masih gampang terbangun kalau ada suara yang keras. Kalau dia terbangun di fase ini, bisa-bisa dia jadi makin susah tidur. 

Nah, kalau fase pertama sudah lewat, saatnya dia masuk ke fase kedua. Di fase ini, dia sudah mulai hampir tidur nyenyak. Tapi dia masih bisa terbangun kalau kamu nggak sengaja menyentuh tangan dan kakinya. Sedangkan di fase ketiga inilah fase tidur REM, atau fase tidur yang paling dalam. Di fase ini bayi sudah mulai tidur nyenyak banget. Perbaikan sel-sel tubuh dan sistem imun juga mulai terjadi di sini. 

3. Yang Jelas, Bayi Harus Nyaman

Ini yang paling penting. Kamu perlu pastikan kalau bayi merasa nyaman. Pastikan dia pakai baju yang lembut dan sejuk. Coba cek popoknya juga, jangan sampai dia tidur dalam kondisi popok kotor. Kamu juga perlu bikin suasana lingkungan sekitar tenang dan buat bayi jadi rileks. Pakai ayunan bayi boleh-boleh saja kok. Tapi kamu harus tetap mengawasinya, ya. Jangan lupa buat pindahkan bayi kamu ke tempat tidurnya setelah dia tertidur. 

Itulah beberapa tips supaya bayimu bisa tidur nyenyak dengan ayunan bayi. Tapi jangan lupa untuk gendong dan peluk dia, ya. Sehangat apapun ayunan bayi, tetap saja nggak bisa menyaingi hangatnya pelukan ibu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *